PHE NSO Mengembalikan Jalan Pulang Gajah Melalui Restorasi Lahan Kritis di Aceh Utara

Rumah 09 Sep 2026 10:14 • 3 min read • 28 views • By Razali.S.A.B
PHE NSO Mengembalikan Jalan Pulang Gajah Melalui Restorasi Lahan Kritis di Aceh Utara
PHE NSO Mengembalikan Jalan Pulang Gajah Melalui Restorasi Lahan Kritis di Aceh Utara




Lhoksukon   Gajah yang dahulu leluasa melintasi lanskap Cot Girek, Aceh Utara, kini menghadapi tantangan yang semakin terbatasnya ruang jelajah. Menyempitnya kawasan hutan membuat habitat, jalur pergerakan, serta ruang mencari pakan gajah semakin beriringan dengan aktivitas masyarakat.

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk memperkuat upaya konservasi sekaligus mengurangi potensi konflik antara manusia dan satwa liar. Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) turut mengambil bagian melalui program berkelanjutan bersama Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia (LPLHa), dengan fokus pada mitigasi konflik manusia dan satwa pembohong, pengembangan Biodiversity Camp Center, serta restorasi lahan kritis di Gampong Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara.

Program ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memulihkan ekosistem dan menjaga keanekaragaman hayati di lanskap Cot Girek, termasuk mendukung keberlangsungan ruang jelajah gajah. Selain kegiatan restorasi, para pihak juga telah menyusun peta jalan penyelesaian konflik manusia dan gajah sebagai acuan dalam pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.

PHE NSO bersama para pemangku kepentingan juga telah meresmikan Biodiversity Camp Center pada akhir Agustus lalu. Hal tersebut sebagai upaya memperkuat edukasi, pemantauan, serta kolaborasi konservasi di kawasan tersebut. Program ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, LPLHa, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta masyarakat di sekitar kawasan.

“Aspek kolaborasi sangat penting dalam upaya melakukan restorasi dan menjaga hutan. Masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan juga memiliki peran penting dalam memastikan perlindungan lingkungan,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Sekretariat Pembangunan Daerah Aceh Utara, M. Nasir pada saat meresmikan Biodiversity Camp Center Agustus yang lalu di Gampong Peurupok, Kec. Paya Bakong.

Menurutnya, kawasan hutan tidak hanya menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Akan tetapi juga merupakan bagian dari ruang kehidupan masyarakat.

“Kawasan ini tidak sekedar menjadi habitat berbagai satwa seperti gajah dan tumbuhan, tetapi juga ruang kehidupan di masyarakat. Oleh karena itu, keseimbangan harus dijaga bersama,” ujar M. Nasir.

PHE NSO bersama LPLHa telah menginisiasi program tersebut sejak tahun 2023. Berbagai kegiatan telah dilakukan, antara lain patroli dan mitigasi konflik manusia dengan satwa pembohong. Lalu, pengembangan Biodiversity Camp Center, serta kegiatan restorasi melalui penanaman pohon dengan melibatkan masyarakat dan petani lokal.

Pada momen tersebut Field Manager PHE NSO Riski Kushardani juga menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan tidak adanya program konservasi.

“Penanaman pohon merupakan langkah nyata untuk memperkuat pemulihan ekosistem dan menjaga habitat berbagai satwa di kawasan tersebut,” ujarnya.

Secara berkelanjutan, PHE NSO juga melakukan penanaman jenis pohon endemik yang dipilih secara khusus untuk mendukung keanekaragaman hayati di lanskap Cot Girek. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan habitat sekaligus mendukung ruang jelajah satwa liar, termasuk gajah.

“Pengelolaan keanekaragaman hayati tidak hanya dapat terfokus pada perlindungan satwa saja, upaya tersebut juga harus berjalan seiring dengan perlindungan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Riski.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, lembaga konservasi, dan masyarakat, restorasi lanskap Cot Girek diharapkan tidak hanya menjadi upaya pemulihan lahan. Namun, membangun keseimbangan antara kelestarian ekosistem dan kehidupan masyarakat.

Tentang Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore

PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1 (Pertamina Hulu Rokan Zona 1) yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di lepas pantai timur laut Sumatera, tepatnya di Selat Malaka, Provinsi Aceh. Basis dukungan darat PHE NSO berada di Kota Lhokseumawe.

(*)

Keterangan Foto: Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) turut mengambil bagian dalam memperkuat upaya konservasi sekaligus mengurangi potensi konflik antara manusia dengan satwa pembohong. Satu di antaranya pengembangan Biodiversity Camp Center, serta restorasi lahan kritis di Gampong Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara.

Komentar (0)

Belum ada komentar.